“BUNTU MATARAN DAN KUTU”
D
|
idaaerah Baroko terdapat sebuah gunung yang terdiri
dari batu-batu tajam yang menjulang tinggi ke langit. Bentuk batu ini
bermacam-macam, ada yang menyerupai jarum, parang, linggis, sehingga penduduk
setempat memberinya nama Buntu Mataran ( Gunung tajam ).
Dikisahkan pada saman dahulu kala,
ada seorang anak yang memiliki banyak kutu, karena banyak sekali sampai
kutu-kutunya itu dapat di lihat berkeliaran dileher dan wajahnya. Orang tuanya
pun sudah beberapa kali ingin melepaskan kutu-kutu itu dari rambutnya namun
anak itu selalu menulak. Bahkan bujukan apapun selalu di abaikan, sehingga
lama-kelamaan kutu itu semakin banyak dan tubuhnya pun tidak cukup lagi
menampung kutu-kutu itu.
Kutu-kutu itu mulai tinggal di tempat
tidur anak tersebut, bahkan seisi
rumahnya telah menjadi sarang kutu. Hingga pada suatu hari, kutu-kutu
itu kelaparan dan kulit anak itu yang menjadi tempat mereka mengisap darah.
Maka kutu-kuttu menarik anak itu keatas gunung tersebut. Lalu anak itu diangkat
tepat diatas batu-batu yang tajam dan
dijatuhkan. Sekejap saja darah telah berceceran dan anak itu meninggal dunia,
dengan cepat kutu-kutu itu mengisap darah yang berceceran.
Hingga saat ini masayarakat setempat
sering membicarakan kisah ini kepada anak cucu mereka terutama yang memiliki
banyak kutu dan tidak mau atau malas jika kutunya mau di keluarkan.
Diriwayatkan oleh : Yusri siduppa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar